RA Perwanida Campurejo Gelar Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Kelas B

Campurejo — RA Perwanida Campurejo, Sambit, Ponorogo menggelar kegiatan pentas seni dan pelepasan siswa-siswi kelas B pada Sabtu, 13 Juni 2026, bertempat di halaman RA Perwanida Campurejo. Kegiatan ini menjadi momentum syukur atas kelulusan anak-anak sekaligus ajang apresiasi terhadap bakat, kreativitas, dan keberanian siswa-siswi dalam tampil di hadapan orang tua dan tamu undangan.

Acara tersebut dihadiri oleh orang tua/wali murid, pengawas pendidikan, ketua yayasan, komite sekolah, serta kepala MI Al-Islamiyyah Campurejo dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur pendidikan ini menunjukkan dukungan bersama yang kuat terhadap kesinambungan pendidikan anak usia dini menuju jenjang pendidikan dasar.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan, Dr. Abid Rohmanu, menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, komite, dan wali murid yang telah bersama-sama mendukung perkembangan RA Perwanida Campurejo. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya bertujuan menyiapkan anak memasuki sekolah dasar, tetapi juga menanamkan akhlak, kemandirian, keberanian, dan rasa cinta kepada agama, orang tua, guru, serta lingkungan. Yayasan juga berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan lembaga.

Kepala RA Perwanida Campurejo, Herdiana Susanti, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan orang tua selama mendampingi proses pendidikan anak-anak di RA. Ia secara simbolis menyerahkan kembali siswa-siswi kelas B yang telah menyelesaikan pendidikan kepada orang tua masing-masing. Pada tahun ini, sebanyak 28 anak dari 30 anak dinyatakan lulus, dan sekitar 80 persen di antaranya melanjutkan pendidikan ke MI Al-Islamiyyah Campurejo.

Sementara itu, Pengawas Pendidikan Sunarno, S.Pd.I. dalam sambutannya menekankan pentingnya Kurikulum Cinta dalam pendidikan anak. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai kasih sayang, akhlak, dan kepedulian sejak dini.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta bertumpu pada Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah/Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negeri. Melalui nilai-nilai tersebut, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, cerdas, peduli, dan mencintai tanah air.